Description
Buku ini berangkat dari keyakinan filosofis bahwa ruang terbuka hijau adalah manifestasi etika kota. Cara sebuah kota memperlakukan ruang hijaunya mencerminkan cara kota tersebut memandang warganya, alamnya, dan masa depannya. Kota yang mengorbankan ruang hijau demi kepentingan jangka pendek sesungguhnya sedang menunda krisis ekologis, sosial, dan kesehatan publik di kemudian hari. Oleh karena itu, pembahasan dalam buku ini tidak berhenti pada aspek teknokratis atau normatif semata. Ruang terbuka hijau dibaca sebagai teks sosial dan kebijakan yang memiliki sejarah, ideologi, relasi kuasa, serta implikasi keadilan sosial. Perspektif filosofis digunakan untuk menempatkan ruang hijau sebagai hak warga atas kota; perspektif historis menelusuri bagaimana ruang publik terbentuk dan dipinggirkan; sementara perspektif kebijakan publik mengkaji bagaimana negara dan pemerintah daerah seharusnya hadir sebagai penjaga kepentingan publik dan keberlanjutan ekologis.






Reviews
There are no reviews yet.